Stunting Pengaruhi Psikologi Anak

banner 468x60

KLATEN,- Promosi dan KIE program percepatan penurunan stunting ternyata sangat penting untuk diberikan. Pasalnya dalam sosialisasi tersebut, didalamnya diterangkan mengenai bahaya dan bagaimana mengatasi permasalahan stunting yang saat ini menjadi perhatian bagi pemerintah.

Tentu saja, dalam memberikan sosialisasi tersebut, tidak hanya kepada warga, namun kader serta Aparat Sipil Negara pun sangat diperlukan, agar permasalahan stunting di Indonesia tidak semakin meningkat. Oleh karena itu, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional mengadakan sosialisasi penurunan stunting di Kantor Depag Kabupaten Klaten yang dihadiri oleh kemitraan, Aisyah, Muslimat NU, Tim Pendamping PKK Kabupaten dan Kecamatan, PLKB, Dinas Kesehatan, Pertanian, Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kemenag kabupaten Klaten.

Dalam sambutannya, tim pakar Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Harjanti Ari Sp. A mengatakan bahwa permasalahan stunting ini tidak dapat dianggap remeh karena akan menghambat kemajuan bangsa dan negara dalam menghadapi demografi emas pada tahun 2045 mendatang.

“Kita harus sedini mungkin berupaya untuk selalu mempersempit perkembangan stunting ini, pasalnya stunting ini dapat mengganggu kestabilan dan kemajuan bangsa terutama dalam hal kecerdasan karena bangsa kita memerlukan generasi muda yang cerdas dan kuat,” katanya.

Lebih lanjut Harjanti menjelaskan, ada beberapa cara yang gampang untuk menangani stunting diantaranya dengan memenuhi gizi yang cukup kepada ibu hamil, memberikan Asi kepada bayi pada 100 hari kehidupan, sanitasi yang cukup, serta bagi calon pasangan yang belum memenuhi umur untuk menunda pernikahan.

Sementara itu dilain sisi, pakar psikolog, Dra Sukarsini M.si. psi. menjelaskan, anak yang memiliki ciri stunting ini sangat berpengaruh kepada daya piker serta psikologi mereka, dimana bila anak tersebut menderita stunting tentu akan merasa minder berkumpul dengan teman-teman sebayanya.

“Pengaruh stunting ini, selain berpengaruh pada kesehatan anak, juga berpengaruh pada psikologi mereka karena meraka yang menderita stunting kebanyakan daya pikirnya kurang sehingga mereka akan merasa malu kepada teman-temannya bila berinteraksi. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara yang sudah mengerti dan paham bagaimana cara mengatasi stunting ini harus memberikan ilmu kepada yang lain agar ke depan para keluarga tidak memiliki keturunan yang menderita stunting,” pungkasnya.(ADL)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *